PALU – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2026–2031 di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (16/9).
Agenda tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK.,M.Kes, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, serta para pengurus Kadin Sulawesi Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, Gufran Ahmad resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kadin Provinsi Sulawesi Tengah untuk masa bakti 2026–2031.
Kepengurusan baru Kadin Sulteng diharapkan mampu memperkuat kontribusi dunia usaha dalam pembangunan daerah, sekaligus membuka ruang yang semakin luas bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh di tengah perkembangan investasi di Sulawesi Tengah.

Gufran Ahmad dalam sambutannya menekankan besarnya potensi Sulawesi Tengah yang ditopang kekayaan sumber daya alam dan letak geografis yang strategis.
“Sulawesi Tengah adalah daerah yang begitu luar biasa. Kita memiliki sumber daya alam yang sangat kaya serta posisi geografis yang strategis,” ujarnya.
Menurut Gufran, besarnya potensi tersebut perlu diikuti dengan keterlibatan masyarakat dan pengusaha lokal dalam aktivitas ekonomi yang berkembang.
Kadin Sulteng, kata dia, akan mendorong pengusaha lokal agar dapat masuk dalam rantai pasok industri dan menjadi bagian dari ekosistem investasi.
“Kita ingin pengusaha lokal menjadi bagian dari pertumbuhan. Kita ingin mereka menjadi mitra industri masuk dalam rantai pasok, UMKM mendapatkan pasar, tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan dan peningkatan kompetensi, serta masyarakat mendapatkan manfaat dari pembangunan,” katanya.
Ia menilai investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi daerah. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Sulawesi Tengah diharapkan dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sulteng adalah negeri yang kaya. Negeri yang kaya harus berdaya. Investasi harus mampu memberikan dampak yang nyata,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gufran juga menyampaikan dukungan Kadin Sulteng terhadap investasi dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, keterbukaan investasi diperlukan untuk memperkuat modal, teknologi, pengalaman, jaringan pasar, dan kolaborasi dengan dunia usaha.
“Kita mendukung dan pro investasi dari luar karena kita membutuhkan modal, teknologi, pengalaman, jaringan pasar dan kolaborasi dengan dunia usaha dari berbagai daerah dan negara,” jelasnya.
Namun, keterbukaan terhadap investasi tersebut perlu dibarengi dengan penguatan profesionalisme dan tata kelola. Kepercayaan investor, menurutnya, harus dibangun melalui organisasi dan pelaku usaha yang memiliki daya saing.
“Kalau kita ingin mendapatkan kepercayaan investor, kita harus profesional dan memiliki tata kelola yang baik. Karena itu peningkatan daya saing harus berjalan bersama. Di sinilah posisi strategis Kadin Sulawesi Tengah,” tutupnya.(H)