Sosok Abd Azis Lamadjido dan Perjalanan Karir Ruly A Lamadjido

H Ruly A Lamadjido bersama Istri HJ Tirta Lamadjido.foto DOK: laporanrakyat.(15/2/2025)

PALU – Masyarakat Sulawesi Tengah tentu Familiar dan sangat mengenal Nama Besar salah satu Tokoh Pemimpin di Provinsi Sulawesi Tengah masa lalu dengan massa kepemimpinan selama 10 tahun atau dua periode berturut turut.

H Abdul Azis Lamadjido, S.H. laki laki yang lahir pada tanggal 1 September 1932 dan tutup usia pada tanggal 11 mei 2011 itu tercatat dalam sejarah adalah Gubernur Sulawesi Tengah ke 8 yang memimpin sejak tahun 1986 hingga 1996.

Abd Azis Lamadjido yang sebelumnya menjabat Bupati Donggala dari tahun 1966 hingga 1978 itu memiliki anak sebanyak 7 orang, yang terdiri dari 4 putera dan 3 orang puteri.

“Kami semua ada 7 bersaudara 4 laki laki dan 3 perempuan, yaitu pertama dr Riri A Lamadjido, kemudian Rully A Lamadjido,SH. Dra Aswarni A Lamadjido,ir Syafruddin A Lamadjido, ir Rendy Affandy Lamadjido, selanjutnya Reny A Lamadjido,SpPk.M.Kes (Wagub Sulteng sekarang),dan yang bungsu yakni ir Burhanuddin A Lamadjido.”ucap H Ruly A Lamadjido yang di dampingi istri saat di temui wartawan laporanrakyat di Palu pada Sabtu,(15/2)

Rully menerangkan bahwa dari 7 bersaudara itu ada 3 yang berkarir sebagai abdi negara (PNS) dan yang lainnya bergelut pada bidang atau profesi masing masing.

“kalau berbicara pernah menjabat sebagai kepala daerah atau mengikuti jejak ayah saya, itu ada 2 orang, saya dan Adik Saya dr Reny”.ucap Ruly

Selain itu tambah Ruly Lamadjido yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulteng periode 2001-2006 itu bahwa salah satu adiknya juga yang berkarir dalam dunia politik dan pernah menjadi anggota DPR RI lalu yakni H Rendy A Lamadjido

“Saat ini setelah Pensiun saya kini bergelut di dunia usaha yakni memiliki 1 unit SPBU di kota Palu” ucapnya

Mantan Wali Kota Palu 1995-2000 itu juga mengaku bahwa dalam urusan politik atau memimpin daerah, keluarga Lamadjido tidaklah berprinsip mengharuskan atau menyiapkan generasi mereka untuk bergelut pada bidang itu.

” Kami sekeluarga berjalan apa adanya tergantung kehendak tuhan, itu yang kita tanamkan sama keluarga baik itu adik adik saya dan anak anak, jadi tidak ada yang kita khususkan atau dipersiapkan untuk hal seperti itu “ujarnya

Lebih lanjut Rully mengisahkan bahwa ketika pensiun dirinya secara tiba tiba diminta oleh Almarhum Prof Aminuddin Ponulele untuk mendampinginya menjadi Wagub ketika itu.

“Setelah usai memimpin kota Palu saat itu saya diminta mendampingi Prof Aminuddin Ponulele dimana mekanisme pemilihan kepala daerah ketika itu melalui DPRD Sulteng”jelasnya

Lebih lanjut Ruly juga mengisahkan ketika dirinya akan diangkat sebagai Wali Kota dan mendapat tantangan dari Sang Ayah untuk bisa menaikkan Status Palu dari Kota Administratif menjadi Kota Madya.

” Awalnya tantangan dari bapak itu saya tidak mau, karena saya takut saat itu lagi gencar gencarnya sorotan soal Nepotisme, “ujarnya

Namun menurut Ruly sebagai bentuk pengabdian dan kecintaan dirinya terhadap daerah ini walhasil dia pun menyatakan siap menerima tantangan dari sang ayah tersebut.

“Sehingga tidak mungkin saya bisa menaikan status Palu dari kota Administratif menjadi kota madya kalau saya tidak menduduki jabatan itu,meski begitu dalam perjalanannya saya mendapat berbagai sorotan bahkan saya pernah di demo juga ketika itu”jelasnya

Dia menambahkan seiring berjalannya waktu dirinya terus berupaya dan mempelajari bagaimana mekanisme untuk bisa mewujudkan Kota Palu menjadi kota Madya

“Untuk urusan itu setidaknya ada 40 Departemen yang harus dihubungi terkait itu, saya kemudian menargetkan setahun untuk bisa mewujudkannya dan Alhamdulillah,Target tercapai”terangnya

Dalam sejarah Kota Palu Tercatat bahwa sosok yang pertama kali menjabat sebagai Wali Kota Madya Palu ketika itu adalah H Rully A Lamadjido.

Rully juga mengungkap bahwa dirinya menjadi PNS bukan karena dirinya anak Gubernur, tapi ada orang lain yang telah berjasa untuk itu

“Yang kasih jadi PNS saya waktu itu bukan Ayah saya tapi pak BS Tambunan yang ketika itu adalah menjabat Karo keuangan”ungkapnya

Kata Ruly bahwa saat ayahnya menjabat dirinya mengikuti tes penerimaan PNS dan tidak lulus sebanyak 3 kali yang juga sempat membuat dirinya frustasi

” Saya bertemu pak BS Tambunan di Pesawat tujuan Jakarta Palu, setelah berkenalan dan menceritakan nasib saya yang tidak lulus PNS kemudian Pak BS Tambunan menyuruh saya untuk datang ke kantornya”.ungkapnya

Seminggu kemudian kata Ruly dia menghadap kepada Pak BS Tambunan dan diangkatlah dirinya menjadi tenaga honor

” Orang yang paling berjasa dalam karir saya selaku PNS yakni pak BS Tambunan, setelah 2 Tahun di Biro keuangan, saya pun diangkat jadi PNS di masanya karo Keuangan ketika itu adalah Tato Lamasitudju” bebernya

Dia menambahkan setelah itu dirinya pindah ke biro kepegawaian, kemudian menjadi camat palu barat, pada jabatan tersebut Ruly pernah menjadi Camat Terbaik karena berhasil mencapai target Pajak (PBB) 100 persen.

“Iya, dari prestasi itu saya diberikan hadiah mobil dari Wali Kota Palu ,namun mobil itu kemudian saya jual dan saya belikan kenderaan Roda dua (motor) yang saya berikan kepada semua Lurah Lurah se kecamatan Palu barat ketika itu”tuturnya

Adapun Keluarga H Ruly A Lamadjido Pria kelahiran 24 September 1956 itu berpasangan dengan Ibu Tirta R Lamadjido,SH.MKN yang lahir pada tanggal 26 mei 1960.

Ibu Tirta Lamadjido yang berprofesi sebagai Notaris di Kabupaten Sigi itu melahirkan sebanyak 4 orang anak yakni pertama dr Nurasni Lamadjido berprofesi sebagai PNS dokter Spesialis Patologi klinik,kemudian yang kedua bernama Momammad Malatantra,SH atau lebih sering disapa dengan panggilan Randy Lamadjido yang saat ini menjabat sebagai salah satu Kabid kemensos RI, kemudian puteranya yang ketiga telah meninggal dunia di negara belanda diusia lima tahun, dan putera terakhirnya yakni dr Rilando Lamadjido yang berprofesi sebagai dokter Spesialis Penyakit dalam yang saat ini ada di Jerman.(HI)

Baca Juga