Pilgub 2024, Ashar Yahya angkat bicara Terkait Klaim Kelompok yang mengatasnamakan Alkhairaat

Ashar Yahya

PALU – Kontestasi Pillkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng 2024 yang diikuti tiga calon, membuat masyarakat memiliki pilihan berbeda. 
Ashar Yahya, salah satu alumni SMA Alkhairat dan alumni Universitas Alkhairaat yang juga bagian dari komunitas cinta Alkhairaat menyampaikan pandangannya menyikapi iklim politik di Pilgub Sulteng 2024.

Ashar merasa terpanggil untuk berkomentar atas klaim politik kelompok tertentu yang mengatasnamakan Alkhairaat untuk mendukung salah satu Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng 2024-2029.

“Dukungan kelompok tertentu itu sebenarnya merendahkan nama baik Alkhairaat itu sendiri sebagai wadah yang dimiliki ummat,” ujarnya di Palu, Rabu 16 Oktober 2024.

Ashar menyebutkan, hal ini sering diingatkan Almarhum Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf Aljufri, bahwa Alkhairaat tidak boleh kemana-mana tetapi harus ada di mana-mana.

Menurutnya, hal ini mengisyaratkan bahwa Habib Saggaf mengingatkan supaya tidak ada pihak manapun apakah tokoh atau anggota Alkhairaat yang membawa-bawa nama Alkhairaat mendukung salah satu paslon tertentu, lalu mengklaimnya sebagai sikap Alkhairaat.

“Hal itu bisa menjadi pembohongan terhadap ummat dan masyarakat,” ingatnya.

Meski begitu kata Ashar, setiap warga Alkhairaat yang ingin mendeklarasikan beberapa pemimpin yang mungkin saja berbeda-beda, ini hal yang realistis menunjukan Alkhairaat ada di mana-mana.
Hal itu lanjut Ashar, menunjukan bahwa di lingkungan Alkhairaat banyak kader yang mampu menjadi Gubernur atau kepala daerah

Ukuran realistis yang mudah dikenal bahwa ketika menjadi Wali Kota Palu, beliau membantu Alkhairaat dari APBD rutin Rp500 juta,” sebutnya.
Selain itu tambah Ashar, Rusdy Mastura juga membantu secara insidentil ketika Alkhairaat membutuhkan bantuan. “Beliau yang memperjuangkan bandara ‘Mutiara SIS Aljufri’ berkenaan persahabatan beliau dengan menteri perhubungan EE Mangindaan,” tambahnya.

Menurut Ashar, harus diakui bahwa Rusdy Mastura juga yang pasang badan mendukung Muktamar Alkhairaat, ketika ada upaya-upaya penggembosan oleh pihak tertentu.
“Saat ini beliau mengabadikan nama ‘Masjid Raya Baitul Alkhairaat’ pada Mesjid Raya yang sementara dibangun dengan dana ratusan miliar,” kata Ashar.

Ia mengatakan, banyak hal yang tidak cukup dicatat disini perhatian Rusdy Mastura terhadap Alkhairaat sebagai tempat pengabdiannya.

Kami salah satu komunitas di lingkungan Alkhairaat yang mendeklarasikan beliau sebagai figur pemimpin Sulteng yang paling layak dilihat dari sudut kualitas pemimpin di lingkungan Alkhairaat,” katanya
Tentu sikap ini harus dianggap aspirasi dari unsur komunitas Alkhairaat yang ada di mana-mana, sebagaimana klaim serupa dari komunitas Alkhairaat lainnya yang mendukung kandidatnya,” tutupnya. (dilansir dari JurnalNews.id)

Baca Juga