PALU – Puluhan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Palu mengikuti kegiatan Diskusi terbatas, dengan tema “Radikalisme dan Terorisme di Kampus… Adakah ?” yang dirangkaikan dengan Buka puasa bersama disalah satu Cafe di kota Palu pada Selasa (18/3)
Kegiatan yang diinisiasi oleh Salman Hadiyanto, SH., MH., M.Ed, selaku Mantan Korwil Fasda Program Sulteng BNPT tersebut dimulai pukul 16.30 yang bertindak selaku pembawa Acara mantan Fasda di BNPT Parigi Zahriansyah.
Dalam paparannya, Salman Hadiyanto menyampaikan ucapan terimakasih secara pribadi atas bantuan dari Richard Djanggola dan Michael SH sehingga kegiatan itu dapat terlaksana dengan baik
Dia juga berterima kasih atas kehadiran para mahasiswa mahasiswi yang berkenaan hadir dalam kegiatan tersebut
“Sedianya kegiatan ini akan dilaksanakan di kampus, namun karena karena beberapa alasan prinsip, kami lakukan diskusi di sini”kata Salman
Dia mengemukakan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah dengan tujuan ibadah
“Kami menggagas diskusi ini, berdasar pengalaman kami tentang persepsi dan pengertian tentang Radikalisme.”ujarnya

Sehingga menurut Salman pada Diskusi tersebut merupakan ajang guna menyatukan pemahaman dan pengertian tentang radikalisme dan terorisme itu.
“Tujuan kami dengan kegiatan ini adalah sebagai informasi terkuat tentang terorisme khususnya di Kota Palu”ujarnya
Kegiatan ini tambah Salman untuk membangun Kewaspadaan dan Toleransi yang seimbang
“Harapannya, mahasiswa akan jadi penghalau masuknya paham Radikal di kampus”.tuturnya.
Lebih lanjut kata Salman Radikalisme dalam paham Internasional adalah Radix (Akar). Orang bersikap kritis berdasarkan akarnya. Yang didasarkan pada Hati atau juga akal
“Terorisme secara Global Nasional tetap ada buktinya adalah Bom Bali, Bom WTC, kalau Terorisme jaman dulu dilakukan secara terang-terangan berbeda Terorisme zaman sekarang, dilakukan lewat media sosial”tuturnya.
Olehnya Salman mengajak kepada seluruh kalangan untuk berhati-hati menggunakan media sosial
“Tolong bantu Jaga lembaga pendidikan, pesantren, Kampus. Jangan nanti sudah banyak kerugian, baru kita mau dampingi”tutupnya.
Hadir dalam kegiatan Diskusi Tersebut sebanyak 30 an orang dari 60 orang peserta yang terdaftar terdiri dari kalangan mahasiswa berbagai Perguruan Tinggi di Kota Palu.(HI)