PALU – Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) berkolaborasi dengan PT. Bank Tabungan Negara (Kementerian BUMN) menyalurkan Program Bantuan Sosial melalui Progam Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dan Program Sinergisitas Kementerian Lembaga,di sebanyak 5 Kabupaten/ Kota yang ada di Peovinsi Sulawesi Tengah.
Koordinator Wilayah (Korwil) Fasilitator Daerah (Fasda) Sinergistas BNPT Propinsi Sulawesi Tengah Saiman Hadiyanto kepada media ini mengutarakan bahwa peogram tersebut telah terlaksana di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Program dimaksud dilaksanakan pada 5 (lima) wilayah sasaran target program Sinergisitas Kementerian Lembaga BNPT, yaitu Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong (Panmo), Kabupaten Poso, Kabupaten Tojo Una Una (Touna), dan Kabupaten Morowali Utara (Morut)”kata Salman di Palu,Senin (28/4)
Salman menerangkan bahwa untuk beasiswa dengan Jumlah total 25 orang tersebut terdiri dari Kota Palu , Kabupaten Parimo, Poso, Touna dan Morut masing masing sebanyak 5 orang.
Sedangkan untuk UMKM Kata Salman itu hanya di salurkan di 3 Kabupaten yakni di Kabupaten Poso,Touna dan Morowali Utara
“Program Elektrifikasi berupa bantuan pemasangan listrik (Kwh) gratis kepada sebanyak 29 rumah itu dilaksanakan di 5 daerah yakni Kota Palu,kab Parimo,Poso,Touna dan Morut”.terangnya
Salman menambahkan adapun Jenis dan Volume total kegiatan pada program tersebut, berupa Pendidikan Beasiswa kepada sebanyak 25 (dua puluh Iima) orang kemudian Pemberdayaan dan Sarana UMKM kepada 30 (tiga puluh) usaha orang dan yang terakhir berupa Elekurifikasi kepada sebanyak 29 (dua puluh sembilan) rumah.
“Sasaran penerima bantuan ini terdiri dari Eks Napiter dan keluarga, Pelajar, Mahasiswa, Nelayan, Petani, Pekebun, Peternak, Usaha Kecil, Warga terpapar dan keluarga tidak mampu”bebernya.
Lebih lanjut Salman menambahkan bahwa untuk kerjasama antara BNPT dan BTN ini hanya ada di dua Provinsi di Indonesia yakni Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Sulawesi Tengah
“Sebenarnya Program ini dilaksanakan terhitung pertahun 2024 dan Jawa Tengah sudah melaksanakan ditahun itu, sedangkan untuk Sulteng baru tahun ini terlaksana karena ada beberapa hal teknis” tutupnya.(HI)