PALU – Dalam Rangka terus meningkatkan Pelayanan Publik Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu meluncurkan sebanyak 2 Program Unggulan pada tahun 2026 ini.
Kepala Dinas PU Kota Palu Ismayadin DJ Parigade,ST.,MT menerangkan bahwa kedua Program tersebut merupakan Program Inovasi yang bertujuan sebagai upaya untuk terus meningkatkan Pelayanan bagi masyarakat Kota Palu, terkait Tupoksi yang ada pada Dinas PU Kota Palu.
“Yang pertama adalah penanganan secara Carry Map, dimana pola penanganan carry Map ini dapat didefinisikan yakni sebuah kondisi dimana petugas mempunyai atau membawa peta yang dilengkapi dengan informasi terbaru mengenai keadaan atau situasi Jalan.” jelasnya.
Ismayadin menerangkan bahwa carry Map ini sendiri dibungkus dalam satu program yang diberi nama SIJABAT yang berarti Sistem Informasi Jalan dan Jembatan.
“ SIJABAT ini merupakan Suatu inovasi yang diciptakan untuk memudahkan dalam mengakses kondisi jalan maupun data teknis jalan lainnya, sehingga dapat membantu dalam memperoleh layanan data jalan secara keseluruhan”ujarnya.
Dia menerangkan terkait pelayanan public, SIJABAT memilik tujuan umum dari pengembangannya yakni membangun sebuah sistem informasi jalan dan jembatan yang terintegrasi, berbasis teknologi informasi, dan dapat diakses secara luas oleh seluruh pemangku kepentingan, guna mendukung pengelolaan infrastruktur jalan yang lebih efisien, transparan, dan berbasis data.
Menurutnya SIJABAT (Sistem Informasi Jalan dan Jembatan) merupakan sebuah inovasi strategis yang hadir sebagai jawaban atas kebutuhan nyata dalam pengelolaan data infrastruktur jalan yang modern, efisien, dan berbasis teknologi informasi. Melalui integrasi berbagai komponen teknologi, mulai dari basis data terpusat, sistem informasi geografis, hingga platform pelaporan publik, SIJABAT mampu menghadirkan ekosistem pengelolaan data jalan yang komprehensif dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik, SIJABAT tidak hanya menjadi alat kerja bagi aparatur pemerintah, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur publik. Inovasi ini sejalan dengan semangat transformasi digital pemerintahan dan komitmen terhadap tata kelola yang baik (good governance).

Selain itu Ismayadin juga menerangkan Program Inovasi PU Kota Palu yang kedua ditahun 2026 yakni pola Penaganan secara Quick Respon yang dapat dimaknai sebagai suatu kemampuan dalam memberikan tanggapan atau tindakan dengan segera terhadap setiap peristiwa maupun laporan yang diterima, yang mana program ini bertagline Sistem Pelayanan Tanggap dan Siaga yang disingkat dengan SIPAGASI.
“Pengertian Sistem Inovasi dalam penanganan yang berarti “Segera, Inisiatif, Penanganan, Gerak dan Aktif ” dalam memberikan layanan terhadap laporan dan kejadian atau peristiwa baik menyangkut kebencanaan maupun hal lain yang berhubungan dengan urusan dasar pekerjaan Umum”terangnya
Lebih lanjut Ismayadin menerangkan bahwa Sistem pelaporan yang bersifat manual dan tidak terintegrasi menyebabkan informasi tentang kerusakan infrastruktur seringkali terlambat sampai ke pihak yang berwenang. Permasalahan ini semakin kompleks ketika bencana terjadi dalam skala besar yang membutuhkan koordinasi lintas instansi secara simultan. Kata dia
Menurutnya ketiadaan platform terpadu yang dapat mengintegrasikan penerimaan laporan, penugasan tim respons, pemantauan progres di lapangan, dan pelaporan hasil kepada pimpinan menjadi hambatan nyata dalam upaya penanganan darurat yang efektif dan efisien. Kondisi tersebut mempertegas urgensi hadirnya sebuah sistem inovasi yang mampu mentransformasi paradigma penanganan darurat dari yang bersifat reaktif dan manual menjadi proaktif dan digital. Sistem yang dimaksud harus mampu bergerak cepat, berinisiatif dalam penanganan, aktif memantau kondisi lapangan, dan mampu mengoordinasikan seluruh sumber daya yang tersedia secara efisien.
SIPAGASI Sistem Pelayanan Tanggap dan Siaga yang menjadi perwujudan nyata dari semangat “Segera, Inisiatif, Penanganan, Gerak, dan Aktif”. SIPAGASI bukan sekadar aplikasi pelaporan biasa, melainkan ekosistem digital komprehensif yang mengintegrasikan seluruh rantai penanganan darurat infrastruktur Pekerjaan Umum dalam satu platform yang terpadu, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.Demikian Ismayadin, (Hi)