LUWUK – 5 Kelurahan diKota Palu meraih penghargaan yang diserahkan langsung oleh Dr.Azrul Rasul, selaku kapusdal Sulawesi dan Maluku, diterima oleh Ibnu Mundzir, selaku sekretaris DLH Kota Palu.saat kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakorteknis) Dinas Lingkungan Hidup dilingkup sulawesi Tengah, yang dilaksanakan di luwuk dari tanggal 25-26 agustus 2025.
Adapun 5 kelurahan yang meraih penghargaan program kampung iklim (Proklim) untuk kategori utama yakni Kelurahan Silae, dan Kategori Madya diraih Kelurahan Birobuli Utara, Talise Valangguni, Lolu Selatan dan Besusu Barat.
Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid tersebut diikuti hampir 200 orang peserta utusan seluruh kabupaten kota se Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya Gubernur Sulteng Anwar Hafid mendorong semua kabupaten kota lebih berani melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara Lestari.
“jangan hanya karena alasan bukan kewenangannya, membuat para pimpinan kabupaten kota, seolah menutup mata dengan kondisi lingkungan yang berubah” tegasnya.

Dia menegaskan Kondisi air, tanah dan udara harus menjadi kepekaan dari pemerintah daerah, jika dalam pelaksanaanya, didepan mata terjadi kerusakan lingkungan, maka silahkan ambil kewenangan
“saya selaku gubernur, melakukan perlindungan bagi tanah dan air serta ibu pertiwi,
Tidak boleh dengan dalih investasi, akhirnya berujung pada rusaknya sumberdaya alam yang ada”tegasnya,
sebab menurutnya industry ekstraktif dapat datang dan pergi disuatu wilayah, tapi masyarakat setempat tetap akan hidup, ditempat tersebut, karenanya penting semua pihak memperhatikan kelestarian lingkungan.
“tidak semata sekedar mengejar keuntungan semata”ucapnya
Mantan Bupati dua priode ini menyentil tentang sengkarut pengelolaan tambang di Desa Siuna Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai, yang telah dieksplotasi pertambangan ekstraktif, secara nyata membuat kerusakan lingkungan, seperti penghancuran vegetasi mangrove untuk jety dan tempat bongkar muat, dan berubahnya bentang alam.
“saya minta hal ini diseriusi penanganannya, khususnya oleh pemerintah kabupaten dan dinas teknis yang menangani lingkungan hidup, kalau perlu jangan pulang kalau belum beres” tegasnya.
Dalam pelaksanaan Rakorteknis tersebut juga diserahkan penghargaan bagi kabupaten kota yang melaksanakan program kampung iklim, yaitu program dari Kementrian LHK yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ditingkat tapak.
Kegiatan tersebut rutin di laksanakan disetiap tahun untuk membahas berbagai isyu krusial yang akan dijadikan dasar penyusunan program kegiatan yang saling terkait dengan isu spesifik lingkungan diwilayah masing-masing.(Hi)